Pada jurnal penyaji disebutkan bahwa prinsip kerja penentuan konsentrasi NaCl dengan menggunakan metode Mohr adalah
mentitrasi ion klorida yang terdapat pada NaCl dengan menggunakan larutan AgNO3 dengan
menggunakan K2CrO4 sebagai indikator. Di referensi jurnal yang saya baca menyebutkan bahwa NaCl juga dapat ditentukan
jumlahnya dengan metode titrasi
argentometri yang dimana melibatkan
reaksi pengendapan yang
menggunakan larutan AgNO3 sebagai
titran. Pertanyaannya mengapa pada penentuan konsentrasi NaCl ini menggunakan larutan AgNO3 sebagai titran dan bagaimana konsentrasi NaCl yang baik bagi kesehatan
Didalam jurnal yang berjudul PENETAPAN KADAR NaCl PADA PEMBUATAN TELUR ASIN REBUS DAN TELUR ASIN OVEN DENGAN VARIASI WAKTU PENYIMPANAN SECARA ARGENTOMETRI yang telah terakreditasi sinta 5 menyebutkan NaCl dapat ditentukan jumlahnya dengan metode titrasi argentometri yang dimana melibatkan reaksi pengendapan yang menggunakan larutan AgNO3 sebagai titran. Pada penelitian ini menggunakan metode Mohr yaitu didasarkan pada pembentukan endapan berwarna. Prinsip dari metode Mohr yaitu AgNO3 akan bereaksi dengan NaCl membentuk endapan AgCl yang berwarna putih. Bila semua Cl- sudah habis bereaksi dengan Ag+ akan bereaksi dengan CrO4²‐ dari indikator K2Cr2O4 yang ditambahkan ini berarti titik akhir titrasi telah tercapai, yaitu bila terbentuk warna merah bata dari endapan Ag2CrO4. Dan didalam jurnal lain yang berjudul REKRISTALISASI NATRIUM KLORIDA DARI LARUTAN NATRIUM KLORIDA DALAM BEBERAPA MINYAK YANG DIPANASKAN yang terlah terakreditasi sinta 2 menyebutkan Unsur mineral merupakan salah satu komponen yang sangat diperlukan oleh tubuh di samping karbohidrat, protein, lemak dan vitamin. Natrium merupakan unsur mineral makro yang sangat penting bagi kesehatan. Kebutuhan badan akan natrium klorida didasarkan pada konsumsi air. Disarankan 1 gram natrium klorida untuk setiap liter air yang diminum. Seorang dewasa diperkirakan memerlukan 1 mL air/kkal per hari. Orang yang mengkonsumsi 2.500-3.000 kkal memerlukan natrium klorida 2,5-3,0 g/hari.
Didalam jurnal yang sama debgan jurnal referensi yang saya gunakan dalam membuat video yaitu jurnal yang berjudul IDENTIFIKASI KONSENTRASI NATRIUM KLORIDA (NaCl) PADA JAHE DAN LENGKUAS GILING DIBEBERAPA PASAR TRADISIONAL DI KOTA PADANG yang telah terakreditasi sinta 3 menyebutkan penambahan garam yang dilakukan oleh pedagang bertujuan untuk memperlambat kerusakan bumbu giling yang dijual tetapi juga diusahakan tidak menimbulkan rasa yang terlalu asin. Pada tabel dapat dilihat bahwa konsentrasi garam yang ditambahkan oleh pedagang jahe dan lengkuas giling dibeberapa pasar tradisional di kota Padang ini kurang dari 2%. Menurut Soekarto (1985), penambahan garam dengan konsentrasi 1-2% bertujuan untuk memberikan rasa asin pada bahan makanan yang ditambahkan, sedangkan untuk pengawetan ditambahkan garam dengan konsentrasi 5-15%. Hal ini memperlihatkan bahwa penambahan garam (Natrium Klorida) yang dilakukan oleh pedagang bumbu giling di beberapa pasar tradisional di kota padang hanya sebagai pemberi rasa asin pada masakan bukan sebagai pengawet bumbu giling tersebut karena konsentasi garam yang ditambahkan kurang dari 5%
Pada jurnal penyaji disebutkan bahwa prinsip kerja penentuan konsentrasi NaCl dengan menggunakan metode Mohr adalah mentitrasi ion klorida yang terdapat pada NaCl dengan menggunakan larutan AgNO3 dengan
BalasHapusmenggunakan K2CrO4 sebagai indikator. Di referensi jurnal yang saya baca menyebutkan bahwa NaCl juga dapat ditentukan jumlahnya dengan metode titrasi argentometri yang dimana melibatkan reaksi pengendapan yang
menggunakan larutan AgNO3 sebagai titran. Pertanyaannya mengapa pada penentuan konsentrasi NaCl ini menggunakan larutan AgNO3 sebagai titran dan bagaimana konsentrasi NaCl yang baik bagi kesehatan
Didalam jurnal yang berjudul PENETAPAN KADAR NaCl PADA PEMBUATAN TELUR ASIN REBUS DAN TELUR
HapusASIN OVEN DENGAN VARIASI WAKTU PENYIMPANAN SECARA
ARGENTOMETRI yang telah terakreditasi sinta 5 menyebutkan NaCl dapat ditentukan jumlahnya dengan metode titrasi argentometri yang dimana melibatkan reaksi pengendapan yang menggunakan larutan AgNO3 sebagai
titran. Pada penelitian ini menggunakan
metode Mohr yaitu didasarkan pada pembentukan endapan berwarna. Prinsip dari metode Mohr yaitu AgNO3
akan bereaksi dengan NaCl membentuk endapan AgCl yang berwarna putih.
Bila semua Cl- sudah habis bereaksi dengan Ag+
akan bereaksi dengan
CrO4²‐ dari indikator K2Cr2O4 yang
ditambahkan ini berarti titik akhir titrasi telah tercapai, yaitu bila terbentuk
warna merah bata dari endapan Ag2CrO4.
Dan didalam jurnal lain yang berjudul REKRISTALISASI NATRIUM KLORIDA DARI LARUTAN NATRIUM
KLORIDA DALAM BEBERAPA MINYAK YANG DIPANASKAN yang terlah terakreditasi sinta 2 menyebutkan Unsur mineral merupakan salah satu
komponen yang sangat diperlukan oleh tubuh di
samping karbohidrat, protein, lemak dan vitamin. Natrium merupakan unsur mineral makro yang sangat penting bagi kesehatan. Kebutuhan
badan akan natrium klorida didasarkan pada
konsumsi air. Disarankan 1 gram natrium klorida
untuk setiap liter air yang diminum. Seorang
dewasa diperkirakan memerlukan 1 mL air/kkal
per hari. Orang yang mengkonsumsi 2.500-3.000
kkal memerlukan natrium klorida 2,5-3,0 g/hari.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusDidalam jurnal yang sama debgan jurnal referensi yang saya gunakan dalam membuat video yaitu jurnal yang berjudul IDENTIFIKASI KONSENTRASI NATRIUM KLORIDA (NaCl) PADA JAHE DAN
BalasHapusLENGKUAS GILING DIBEBERAPA PASAR TRADISIONAL DI KOTA PADANG yang telah terakreditasi sinta 3 menyebutkan penambahan garam yang dilakukan oleh pedagang bertujuan untuk
memperlambat kerusakan bumbu giling yang dijual tetapi juga diusahakan tidak menimbulkan rasa
yang terlalu asin. Pada tabel dapat dilihat bahwa konsentrasi garam yang ditambahkan oleh pedagang
jahe dan lengkuas giling dibeberapa pasar tradisional di kota Padang ini kurang dari 2%. Menurut
Soekarto (1985), penambahan garam dengan konsentrasi 1-2% bertujuan untuk memberikan rasa asin
pada bahan makanan yang ditambahkan, sedangkan untuk pengawetan ditambahkan garam dengan
konsentrasi 5-15%. Hal ini memperlihatkan bahwa penambahan garam (Natrium Klorida) yang
dilakukan oleh pedagang bumbu giling di beberapa pasar tradisional di kota padang hanya sebagai
pemberi rasa asin pada masakan bukan sebagai pengawet bumbu giling tersebut karena konsentasi
garam yang ditambahkan kurang dari 5%