Sifat Fisikokimia Obat

 https://youtu.be/869sV0TZqcw

Komentar

  1. di video dijelaskan bahwa senyawa hidroksi cavikol dan piperin memiliki nilai Delta G besar dari nol dimana reaksi tidak berjalan secara spontan sedangkan senyawa katekin kurkumin andrographpolit Asiatic d'oxilpentopin memiliki delta G kecil dari 0 dimana reaksinya dapat berjalan dengan spontan. pertanyaan saya adalah: bagaimana kita mengetahui bahwa senyawa-senyawa diatas digolongkan ke dalam reaksi yang berjalan spontan atau tidak spontan? apakah ada mekanisme cara kerjanya? kalau ada tolong dijelaskan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Energi bebas gibbs dikenal juga sebagai entalpi bebas, yakni suatu potensial termodinamika yang dapat digunakan untuk menghitung kerja reversibel maksimum yang dapat dilakukan oleh sistem termodinamika pada suhu dan tekanan konstan.
      Energi bebas Gibbs dilambangkan dengan G dan dinyatakan dalam persamaan G = H – TS.
      Energi bebas gibbs suatu senyawa dapat diketahui melalui persamaan :
      ΔG = ΔH − TΔS
      Dimana :
      ΔH : perubahan entalpi
      T : Suhu dalam kelvin
      ΔS : Perubahan entropi

      Dari persamanaa tersebut kita dapat mengetahui nilai ΔG dengan mengetahui nilai perubahan entalpi dan perubahan entropinya. Persamaan ini sangat berguna dalam memprediksi spontanitas suatu proses.
      (i) Jika ∆G negatif, prosesnya spontan
      (ii) Jika ∆G positif, prosesnya tidak spontan
      (iii)Jika sama dengan nol, prosesnya berada dalam ekuilibrium.
      Namun didalam jurnal ini nilai ∆G di analisis menggunakan komputer melalui aplikasi Chembio dimana nilai analisis yang kita inginkan itu dapat langsung diketahui, analisis menggunakan chembio ini yaitu dengan cara struktur senyawa kimia yang sudah melalui uji gambar menggunakan software Marvin Sketch, selanjutnya
      dianalisis menggunakan ChemBio. Lalu dipilih
      bagian analysis for chemical properties untuk
      diperoleh hasil prediksi sifat kimia fisika
      dari masing-masing senyawa. Hasil Prediksi
      yang diperoleh menggunakan ChemBio
      adalah Boiling Point (K), Melting Point (K),
      Critical Temperature (K), Critical Press
      (Bar), Gibbs Energy (kJ/mol), Log P, MR
      (Molar Refractivity), TPSA (Topological
      Polar Surface Area), dan konstanta disosiasi
      asam (pKa).
      Melalui aplikasi chembio ini sifat fisika kimia suatu senyawa itu dapat diketahui secara langsung tanpa dihitung menggunkan rumus, dimana nilai analisis yangbkita inginkan itu dapat muncul langsung pada aplikasi chembio ini.

      Hapus
  2. Pada gambar ketiga anda menyebutkan bahwa struktur Alfa beta an satureted carbonils dapat menyebabkan epoksi metabolik dan pembentukan radikal bebas
    Yang ingin saya tanyakan yaitu bagaimana suatu struktur Alfa beta an satureted carbonils dapat menyebabkan epoksi metabolik dan pembentukan radikal bebas. Bagaimana caranya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terlepas dari fitur struktural umum, senyawa karbonil a,B-unsaturated carbonyls dapat mengalami interaksi yang berbeda dengan DNA, yang menyebabkan respon genotoksik dan mutagenik yang berbeda. Mekanisme genotoksik berikut dapat dilihat pada pembentukan adduct siklik, interaksi pergeseran kerangka, pemutusan rantai, dan ikatan silang. Selain interaksi langsung, aktivasi metabolik lainnya seperti epoksidasi metabolik dan pembentukan radikal atau aktivasi gugus nitro atau gugus amino.
      Pada suatu obat bisa diperoleh hasil yang berbahaya atau bersifat toksik, hasil berbahaya ini terkait dengan pembentukan metabolit elektrofilik yang secara kovalen berikatan dengan protein atau DNA dan, dalam beberapa kasus menimbulkan respons imun pada pasien yang rentan. Salah satu jenis metabolit reaktif yang paling umum adalah epoksida.
      Epoksida adalah eter siklik beranggota tiga dan seringkali sangat reaktif karena ketegangan cincin dan ikatan karbon-oksigen terpolarisasi. Epoksida dibentuk oleh sitokrom P450 yang bekerja pada ikatan aromatik atau ikatan rangkap, dan reaksi epoksidasi ini terdiri dari sekitar 10% sampai 15% dari semua reaksi bioaktivasi. Mekanisme pertahanan biologis terhadap epoksida, termasuk konjugasi glutathione dan pembelahan oleh epoksida hidrolase, hanya memberikan perlindungan parsial. Glutathione bisa habis, dan produk tertentu dari konjugasi glutathione dan epoksida hidrolase sendiri beracun.
      Metabolit epoksida sering mendorong toksisitas obat, dan strategi yang akurat untuk mengantisipasi pembentukan epoksida sangat penting dalam pengembangan obat. Pengetahuan tentang pembentukan epoksida membantu penilaian kandidat obat. Selain itu, identitas ikatan spesifik dalam molekul yang mengalami epoksidasi, situs epoksidasinya (SOE), dapat memungkinkan modifikasi molekul secara rasional untuk mengurangi risiko pembentukan metabolit reaktif. 

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini